Desakan Tindakan Mendesak
GambleAware memperingatkan bahwa otoritas di Inggris perlu mengambil tindakan mendesak untuk menekan maraknya iklan perjudian. Menurut organisasi ini, paparan iklan yang terlalu masif berpotensi memperburuk dampak negatif perjudian di masyarakat.
Melanjutkan Kampanye Pengurangan Stigma
Selain itu, GambleAware juga mendorong komisioner baru penanggulangan dampak perjudian yang kini diatur secara hukum untuk melanjutkan hasil kampanye mereka yang baru saja selesai, bertajuk Let’s Open Up About Gambling. Kampanye ini bertujuan mengurangi stigma terhadap orang-orang yang terdampak masalah perjudian.
Kampanye tersebut berjalan selama tiga tahun, dari April 2023 hingga Mei 2025, dan mencakup iklan layanan masyarakat, aktivitas media, serta kolaborasi dengan berbagai organisasi terkait.
Dampak Nyata Kampanye
Menurut data dari GambleAware, lebih dari 90% target audiens kampanye ini mengambil langkah untuk mencari bantuan terkait dampak perjudian. Selain itu, dua dari lima orang mengaku mulai membuka percakapan tentang masalah perjudian dengan orang lain.
Emma Munro-Faure, Direktur Marketing GambleAware, menyatakan bahwa pihaknya bangga karena kampanye ini membantu ribuan orang mendapatkan dukungan. Namun, ia menegaskan bahwa stigma masih menjadi hambatan besar. Dengan belanja iklan industri perjudian yang mencapai sekitar Rp40 triliun per tahun, dibutuhkan pembatasan yang lebih ketat serta penunjuk informasi yang jelas mengenai layanan bantuan gratis yang tersedia.
Dorongan Pembatasan Iklan Lebih Ketat
Meski kampanye dinilai berhasil, GambleAware tetap menyerukan aturan tambahan terhadap iklan perjudian. Usulan tersebut mencakup:
- Pencantuman peringatan kesehatan pada semua iklan perjudian
- Informasi yang lebih jelas tentang akses bantuan dan dukungan
Perubahan Peran dan Penutupan GambleAware
Seiring diberlakukannya pungutan wajib bagi operator perjudian di Inggris, peran utama GambleAware dalam riset, pencegahan, dan penanganan dampak perjudian kini diambil alih oleh sistem layanan kesehatan nasional. Dampaknya, GambleAware dijadwalkan tutup pada 31 Maret.
Meski demikian, organisasi ini meminta para komisioner baru untuk menjalankan kampanye serupa dan mengembangkan pendekatan kesehatan publik guna menekan dampak perjudian secara lebih luas.
Kekhawatiran atas Keberlanjutan Upaya
Dalam pengantar laporan terbarunya, Chief Communications Officer GambleAware menyebut bahwa aktivitas kampanye terpaksa dipersingkat akibat rencana penutupan organisasi. Meski dampaknya sudah terasa positif, masih banyak pekerjaan yang harus dilanjutkan. Upaya ke depan tidak hanya perlu mendorong individu terdampak untuk mencari bantuan, tetapi juga mengubah persepsi sosial yang lebih luas terhadap masalah perjudian.
Belanja Iklan Terus Meningkat
GambleAware secara konsisten menyoroti perlunya reformasi iklan perjudian. Belanja iklan industri ini disebut meningkat dari sekitar Rp30 triliun menjadi Rp40 triliun sejak 2017.
Beberapa penelitian bahkan menemukan bahwa kampanye “perjudian yang lebih aman” dari sejumlah operator besar justru menimbulkan efek berlawanan. Alih-alih menurunkan minat, iklan tersebut meningkatkan tingkat interaksi pengguna dibandingkan materi netral.
Perlindungan Anak dan Remaja
Organisasi ini juga menuntut tindakan tegas agar iklan perjudian tidak mudah diakses oleh anak-anak dan remaja. Mereka menilai kondisi saat ini tidak dapat diterima dan berisiko menormalisasi perjudian sejak usia dini.
Tantangan Pendanaan ke Depan
Iklan perjudian dipastikan menjadi agenda utama saat otoritas Inggris berupaya memastikan transisi kebijakan berjalan stabil. Namun, kekhawatiran masih muncul terkait implementasi pungutan wajib, terutama dampaknya terhadap pendanaan organisasi sosial.
Sejumlah anggota parlemen menyuarakan kekhawatiran bahwa lembaga-lembaga pendukung bisa menghadapi “jurang pendanaan” karena belum adanya kejelasan dana lanjutan. Bahkan, ada organisasi yang sudah harus membatasi layanannya dan berpotensi mengurangi jumlah orang yang bisa mereka bantu.
Risiko Jika Pendanaan Terputus
Saat ini, kementerian terkait memang mendorong organisasi-organisasi tersebut untuk mengajukan pendanaan. Namun, jika terjadi celah pembiayaan, masalah yang sebelumnya terungkap melalui kampanye seperti milik GambleAware berisiko semakin memburuk dan sulit ditangani secara berkelanjutan.


















